{"id":295,"date":"2026-03-20T04:33:02","date_gmt":"2026-03-20T04:33:02","guid":{"rendered":"https:\/\/uniqu.co.id\/?p=295"},"modified":"2026-03-20T07:57:03","modified_gmt":"2026-03-20T07:57:03","slug":"minalaidin-walfaidzin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/2026\/03\/20\/minalaidin-walfaidzin\/","title":{"rendered":"MinalAidin WalFaidzin &#8211; Id Fitr 1447 H"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta<\/strong> &#8211; Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah pada 2026 menghadirkan dinamika yang menarik. Di sejumlah negara, hari raya umat Islam ini dirayakan pada tanggal yang berbeda karena perbedaan metode penentuan awal bulan Syawal. Namun di Indonesia, perbedaan tersebut tidak mengurangi kemeriahan dan kekhidmatan perayaan Lebaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Di berbagai daerah, dari dulu sampai sekarang masyarakat tetap menyambut hari kemenangan setelah bulan suci Ramadan dengan penuh suka cita. Tradisi silaturahmi, takbir keliling, hingga sajian khas Lebaran tetap menjadi bagian dari perayaan yang mempererat kebersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/twitter.com\/i\/status\/1900722819337756831\">https:\/\/twitter.com\/i\/status\/1900722819337756831<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jakarta: Masjid dan Jalanan Dipenuhi Takbir<\/h3>\n\n\n\n<p>Di ibu kota Jakarta, suasana Lebaran terasa sejak malam takbiran. Kumandang takbir menggema dari berbagai masjid, termasuk di kawasan Masjid Istiqlal yang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan terbesar di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Ribuan warga memadati area sekitar masjid untuk mengikuti takbiran dan salat Id berjamaah. Di sejumlah permukiman, tradisi takbir keliling kembali digelar dengan iringan bedug, obor, dan kendaraan hias yang melibatkan anak-anak hingga orang dewasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Pagi harinya, jalanan ibu kota terlihat lebih lengang dari biasanya karena banyak warga melaksanakan salat Id di lapangan terbuka dan masjid-masjid sekitar tempat tinggal mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Yogyakarta: Tradisi Grebeg Syawal Jadi Daya Tarik<\/h3>\n\n\n\n<p>Di Yogyakarta, Lebaran tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga budaya. Salah satu tradisi yang paling dinantikan masyarakat adalah Grebeg Syawal yang digelar oleh Keraton Yogyakarta.<\/p>\n\n\n\n<p>Tradisi ini menampilkan gunungan berisi hasil bumi yang diarak dari keraton menuju Masjid Gedhe Kauman. Ribuan warga dan wisatawan biasanya memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan prosesi dan berebut isi gunungan yang dipercaya membawa berkah.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kawasan Malioboro juga dipadati wisatawan yang menikmati suasana Lebaran di kota budaya tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bandung: Wisata Kuliner dan Silaturahmi Keluarga<\/h3>\n\n\n\n<p>Sementara itu di Bandung, suasana Lebaran identik dengan silaturahmi keluarga dan wisata kuliner. Banyak warga memanfaatkan libur panjang untuk berkumpul bersama keluarga besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Kawasan wisata seperti Alun-Alun Bandung dan Jalan Braga dipadati pengunjung yang menikmati suasana libur Lebaran. Pedagang makanan khas seperti ketupat sayur, opor ayam, hingga kue kering juga ramai diserbu pembeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa warga bahkan memanfaatkan momen ini untuk berbagi makanan kepada tetangga dan kerabat sebagai bentuk tradisi saling berbagi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Surabaya: Takbir Keliling dan Silaturahmi Antarwarga<\/h3>\n\n\n\n<p>Di Surabaya, malam takbiran berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan masyarakat. Takbir keliling di sejumlah kampung diiringi tabuhan bedug dan kendaraan hias yang dihias dengan lampu warna-warni.<\/p>\n\n\n\n<p>Pusat kegiatan salat Id juga berlangsung di berbagai masjid besar, termasuk di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya yang menjadi salah satu masjid terbesar di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah salat Id, warga biasanya langsung bersilaturahmi dengan tetangga dan keluarga sambil menikmati hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, dan sambal goreng hati.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Makassar: Lebaran Meriah dengan Tradisi Lokal<\/h3>\n\n\n\n<p>Di kawasan timur Indonesia, kemeriahan Lebaran juga terasa di Makassar. Warga merayakan hari raya dengan mengunjungi keluarga serta menghadiri open house yang digelar oleh tokoh masyarakat maupun pejabat daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejumlah masjid besar seperti Masjid Raya Makassar dipadati jamaah sejak pagi hari untuk melaksanakan salat Id.<\/p>\n\n\n\n<p>Tradisi kuliner khas juga turut memeriahkan perayaan, seperti hidangan ketupat dengan coto Makassar yang menjadi sajian favorit saat berkumpul bersama keluarga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Tanggal, Semangat Tetap Sama<\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun terdapat perbedaan penentuan hari Lebaran di sejumlah wilayah dunia, masyarakat Indonesia umumnya menyikapinya dengan penuh toleransi. Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan tanggal resmi melalui sidang isbat yang mempertimbangkan hasil pengamatan hilal di berbagai daerah. Bagi masyarakat, perbedaan tersebut bukanlah penghalang untuk tetap merayakan Idulfitri dengan penuh kegembiraan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di berbagai kota, gema takbir, tradisi keluarga, serta hidangan khas Lebaran tetap menjadi simbol kebersamaan. Idulfitri pun kembali menjadi momen yang mempererat silaturahmi dan menguatkan nilai persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Kami Pimpinan UDV Corporation mengucapkan ..&nbsp;<strong>Taqobbalallahu Minna Waminkum Taqobbal Yaa Kariim .. Minal Aidin Wal Faidzin .. Mohon Maaf Lahir dan Batin .. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah pada 2026 menghadirkan dinamika yang menarik. Di sejumlah negara, hari raya umat Islam ini dirayakan pada tanggal yang berbeda karena perbedaan metode penentuan awal&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":296,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-295","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hikmah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=295"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/295\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":304,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/295\/revisions\/304"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}