{"id":508,"date":"2026-03-29T10:56:42","date_gmt":"2026-03-29T10:56:42","guid":{"rendered":"https:\/\/uniqu.co.id\/?p=508"},"modified":"2026-03-29T11:00:21","modified_gmt":"2026-03-29T11:00:21","slug":"survival-work","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/2026\/03\/29\/survival-work\/","title":{"rendered":"Survival Work"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelas Menengah Tertekan: Fenomena \u201cSurvival Work\u201d Muncul di Indonesia<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jakarta<\/strong> \u2014 Di tengah narasi stabilitas ekonomi nasional, sebuah realitas baru mulai terasa di kalangan masyarakat, khususnya kelas menengah. Bekerja penuh waktu kini tak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Banyak profesional mulai menjalani lebih dari satu pekerjaan sebagai strategi bertahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena ini dikenal sebagai <em>survival work<\/em>\u2014kondisi di mana individu harus memiliki beberapa sumber penghasilan untuk menjaga stabilitas ekonomi pribadi dan keluarga. Di Indonesia, tren ini semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Biaya Hidup Naik, Upah Tertinggal<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejumlah temuan data menunjukkan ketimpangan yang kian melebar antara kenaikan biaya hidup dan pertumbuhan pendapatan. Pengeluaran per kapita tercatat meningkat signifikan dalam dua dekade terakhir, sementara kenaikan upah, khususnya bagi lulusan perguruan tinggi, tidak sebanding.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Banyak pekerja yang secara formal tergolong \u201cmapan\u201d justru merasakan tekanan ekonomi yang semakin berat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSekarang satu gaji saja tidak cukup. Harus ada tambahan, entah dari freelance atau usaha kecil,\u201d ujar salah satu pekerja sektor jasa di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Side Hustle Jadi Strategi Bertahan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah tekanan tersebut, muncul fenomena kerja sampingan atau <em>side hustle<\/em>. Jutaan pekerja kini menjalani aktivitas ekonomi tambahan di luar pekerjaan utama, mulai dari pekerjaan lepas hingga bisnis kecil berbasis digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena ini sejalan dengan berkembangnya Gig Economy, di mana fleksibilitas kerja meningkat, namun di sisi lain juga menghadirkan ketidakpastian pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan tren di negara maju seperti United States yang sering dikaitkan dengan gaya hidup, di Indonesia kerja sampingan lebih banyak dipicu oleh kebutuhan ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ironi Dunia Pendidikan dan Tenaga Kerja<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, terjadi ketidaksesuaian antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Lulusan sekolah vokasi yang dipersiapkan untuk siap kerja justru menghadapi tingkat pengangguran yang relatif tinggi. Sementara itu, lulusan perguruan tinggi banyak yang bekerja di sektor informal atau di luar bidang keahliannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi ini mencerminkan adanya tantangan struktural dalam pasar tenaga kerja nasional, di mana pertumbuhan jumlah tenaga kerja terdidik tidak sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kelas Menengah Mulai Kehilangan Rasa Aman<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelas menengah, yang selama ini menjadi penopang utama konsumsi domestik, kini menghadapi tekanan baru. Meski masih memiliki pekerjaan, banyak dari mereka merasa tidak lagi memiliki kepastian ekonomi jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rutinitas kerja pun berubah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pagi hingga sore bekerja di kantor<\/li>\n\n\n\n<li>Malam hari menjalankan pekerjaan sampingan<\/li>\n\n\n\n<li>Akhir pekan mengelola usaha tambahan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan kelelahan sosial dan menurunnya kualitas hidup.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tantangan dan Peluang ke Depan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengamat ekonomi menilai bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan bagian dari perubahan global dalam struktur tenaga kerja. Digitalisasi, otomatisasi, dan persaingan global turut memengaruhi dinamika pasar kerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun demikian, di Indonesia tantangan tersebut diperkuat oleh faktor domestik, seperti pertumbuhan industri yang belum optimal dan ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan pasar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tidak diantisipasi, kondisi ini berpotensi menekan daya beli dan memperlemah pertumbuhan ekonomi nasional. Sebaliknya, jika dikelola dengan baik, perkembangan ekonomi digital dan fleksibilitas kerja dapat menjadi peluang untuk menciptakan model ekonomi yang lebih inklusif.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Realitas Baru Dunia Kerja<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena <em>survival work<\/em> menandai perubahan besar dalam dunia kerja. Pertanyaan yang dulu umum\u2014\u201cbekerja di mana?\u201d\u2014kini mulai bergeser menjadi \u201cmemiliki berapa sumber penghasilan?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan ini menunjukkan bahwa lanskap ekonomi dan ketenagakerjaan sedang bergerak ke arah baru. Bagi banyak pekerja, beradaptasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelas Menengah Tertekan: Fenomena \u201cSurvival Work\u201d Muncul di Indonesia Jakarta \u2014 Di tengah narasi stabilitas ekonomi nasional, sebuah realitas baru mulai terasa di kalangan masyarakat, khususnya kelas menengah. Bekerja penuh&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":510,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[400],"tags":[],"class_list":["post-508","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-duniakerja"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/508","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=508"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/508\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":511,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/508\/revisions\/511"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/510"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=508"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=508"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=508"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}