{"id":695,"date":"2026-04-14T06:51:06","date_gmt":"2026-04-14T06:51:06","guid":{"rendered":"https:\/\/uniqu.co.id\/?p=695"},"modified":"2026-04-14T06:51:06","modified_gmt":"2026-04-14T06:51:06","slug":"rumah-sakit-dan-pabrik-obat-di-iran-dihancurkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/2026\/04\/14\/rumah-sakit-dan-pabrik-obat-di-iran-dihancurkan\/","title":{"rendered":"Rumah Sakit dan Pabrik Obat di Iran Dihancurkan"},"content":{"rendered":"\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<h2 class=\"wp-block-heading\">WHO Catat Lebih dari 20 Serangan terhadap Fasilitas Kesehatan<\/h2>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Teheran<\/strong> \u2014 Dunia kembali dikejutkan oleh eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah. Sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026, fasilitas-fasilitas medis yang seharusnya menjadi tempat perlindungan paling aman justru berubah menjadi sasaran penghancuran. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memverifikasi setidaknya 20 serangan terhadap rumah sakit, pusat penelitian vaksin, gudang obat, dan bahkan rumah sakit jiwa di Iran dalam kurun waktu satu bulan pertama konflik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Korban jiwa terus berjatuhan. Hingga awal April 2026, sedikitnya 2.076 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 26.500 lainnya luka-luka. Namun yang paling mengkhawatirkan, menurut para pegiat kemanusiaan, adalah dampak jangka panjang dari hancurnya sistem kesehatan yang selama puluhan tahun dibangun Iran di tengah tekanan sanksi ekonomi global.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Rumah Sakit Jiwa dan Pabrik Obat Kanker Jadi Target<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu serangan paling mencengangkan terjadi pada 29 Maret 2026, ketika Delaram Sina Psychiatric Hospital, sebuah rumah sakit jiwa yang baru diresmikan di Teheran, rusak parah akibat serangan udara. Saat itu, sekitar 30 pasien tengah menjalani perawatan di dalamnya. Dua hari kemudian, giliran Tofigh Daru Pharmaceutical Company\u2014salah satu produsen utama obat kanker, obat untuk penderita multiple sclerosis, dan anestesi untuk ruang operasi\u2014luluh lantak. Foto-foto yang dirilis otoritas Iran memperlihatkan bangunan berlantai lima itu roboh dengan struktur lantai paling atas hancur total.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 3 April 2026, serangan menghantam Pasteur Institute of Iran, pusat penelitian dan produksi vaksin tertua dan paling bergengsi di Timur Tengah yang didirikan pada 1920. Institut ini selama lebih dari seabad menjadi garda terdepan penanggulangan penyakit endemik dan penyedia vaksin untuk program imunisasi nasional Iran, termasuk untuk tetanus, hepatitis B, dan campak. WHO mengonfirmasi bahwa dua departemen di institut tersebut bekerja langsung sama dengan badan PBB itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSerangan terhadap rumah sakit, perusahaan farmasi, dan Pasteur Institute sebagai pusat penelitian medis\u2014pesan apa yang hendak disampaikan?\u201d demikian pertanyaan retoris Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang tak lain adalah seorang ahli bedah jantung, dalam seruannya kepada organisasi kesehatan internasional pada 3 April lalu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Klaim Militer vs Fakta di Lapangan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Militer Israel mengklaim bahwa pabrik Tofigh Daru digunakan untuk memasok fentanyl bagi program senjata kimia Iran. Klaim ini langsung ditolak keras oleh pemerintah Iran. Para pengamat independen dan peneliti sanksi pun meragukan kebenaran klaim tersebut. Esfandyar Batmanghelidj, seorang peneliti sanksi yang banyak mengkaji industri farmasi Iran, menyatakan, \u201cPerusahaan seperti Tofigh Darou memproduksi bahan baku yang kemudian dapat digunakan untuk membuat berbagai macam obat secara domestik. Satu-satunya alasan Anda menargetkan fasilitas ini adalah untuk mencoba membatasi produksi obat di Iran.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, serangan terhadap Pasteur Institute dan rumah sakit jiwa bahkan tidak disertai klaim militer apa pun. Yang jelas, WHO melalui Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus telah mengonfirmasi bahwa sedikitnya sembilan petugas kesehatan tewas dalam serangan-serangan ini, termasuk seorang dokter spesialis penyakit infeksi dan seorang anggota Palang Merah Iran.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sanksi yang Mematikan Sebelum Bom Jatuh<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang membuat situasi semakin tragis adalah bahwa sistem kesehatan Iran sudah berada dalam tekanan berat akibat sanksi ekonomi AS yang telah berlangsung puluhan tahun. Iran memproduksi lebih dari 90 persen kebutuhannya sendiri karena akses ke obat-obatan impor sangat terbatas. Sanksi dan \u201covercompliance\u201d bank-bank global telah membuat pasokan bahan baku obat (active pharmaceutical ingredients) dari China dan India sering terhambat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Human Rights Watch mencatat bahwa sanksi telah menyebabkan penderitaan yang tidak perlu, terutama bagi pasien penyakit langka seperti epidermolysis bullosa\u2014sebuah kelainan genetik yang menyebabkan kulit melepuh hanya dengan sentuhan ringan. Dalam satu kasus yang terverifikasi, sebuah perusahaan Eropa menolak menjual perban khusus untuk pasien tersebut meskipun ada pengecualian kemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini, di atas penderitaan akibat sanksi, datanglah bom yang menghancurkan langsung fasilitas produksi obat-obatan tersebut. \u201cSerangan terhadap pabrik farmasi adalah dimensi lain dari sanksi kriminal mereka,\u201d kata juru bicara Kementerian Luar Iran, Esmaeil Baqaei. \u201cIni adalah kejahatan perang yang terang-terangan dan kejahatan terhadap kemanusiaan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pola yang Sama di Gaza dan Lebanon<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para pengamat hukum humaniter internasional melihat pola serupa dalam konflik sebelumnya. Selama invasi ke Gaza sejak Oktober 2023, rumah sakit al-Shifa\u2014fasilitas medis terbesar di jalur tersebut\u2014digerebek dan kemudian dihancurkan pada Maret 2024. Rumah sakit al-Ahli juga menjadi korban serangan yang menewaskan ratusan warga sipil. Di Lebanon, dalam satu bulan pertama bombardemen, 53 petugas medis tewas, 87 ambulan hancur, dan lima rumah sakit dipaksa tutup. Dokter Tanpa Batas (MSF) memverifikasi adanya \u201cpola serangan terdokumentasi yang mempengaruhi layanan kesehatan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cApa yang terjadi di Iran bukanlah insiden terisolasi,\u201d kata seorang analis hukum internasional yang enggan disebut namanya. \u201cIni adalah pola yang telah diuji di Gaza dan Lebanon, dan kini diterapkan di medan perang baru. Ini mengirimkan pesan bahwa rumah sakit tidak lagi suci dalam perang modern.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dampak Kemanusiaan yang Terus Meluas<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang paling mengkhawatirkan, menurut para pekerja kemanusiaan, adalah dampak tidak langsung dari serangan-serangan ini. Rumah sakit yang rusak atau hancur berarti ribuan pasien kehilangan akses ke perawatan. Pabrik obat yang luluh lantak berarti jutaan penderita penyakit kronis seperti kanker, multiple sclerosis, hemofilia, dan talasemia kehilangan sumber obat-obatan yang selama ini mereka andalkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni bukan hanya tentang korban tewas akibat bom,\u201d kata seorang relawan Palang Merah Iran di Bushehr, di mana gudang bantuan kemanusiaan juga dihancurkan drone pada 4 April. \u201cIni tentang pasien kanker yang tidak mendapat kemoterapi, tentang anak-anak yang tidak mendapat vaksin campak, tentang ibu yang melahirkan tanpa anestesi karena ruang operasi kehabisan obat bius.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">WHO telah berulang kali menyerukan perlindungan terhadap fasilitas kesehatan dalam konflik bersenjata, sebagaimana diamanatkan Konvensi Jenewa. Namun seruan itu tampaknya tidak diindahkan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS maupun Israel yang secara khusus menjawab temuan WHO mengenai 20 serangan terhadap fasilitas kesehatan Iran.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Seruan Dunia Internasional<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Presiden Pezeshkian, yang latar belakangnya sebagai dokter bedah jantung memberinya otoritas moral yang unik, telah mengirimkan surat resmi kepada WHO, Palang Merah Internasional, dan Dokter Tanpa Batas. Ia meminta organisasi-organisasi tersebut untuk secara aktif merespons apa yang disebutnya sebagai \u201cserangan sistematis terhadap fasilitas medis.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengeluarkan peringatan bahwa \u201cnormalisasi serangan terhadap rumah sakit akan menghancurkan fondasi hukum humaniter internasional yang telah dibangun selama lebih dari 70 tahun.\u201d Namun hingga kini, belum ada tindakan konkret dari Dewan Keamanan PBB yang seringkali terhambat oleh hak veto negara-negara besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Jakarta, Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui juru bicaranya menyatakan \u201ckeprihatinan mendalam\u201d atas eskalasi konflik dan menyerukan semua pihak untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur medis sesuai hukum internasional. Namun seruan serupa dari berbagai negara tampaknya belum cukup menghentikan laju penghancuran.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Harapan di Tengah Reruntuhan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah keputusasaan, ada kisah-kisah kecil yang menginspirasi. Relawan medis di Teheran bergotong royong memindahkan pasien rumah sakit jiwa yang rusak ke fasilitas darurat yang didirikan di sekolah-sekolah. Perusahaan farmasi kecil mencoba memproduksi ulang obat-obatan yang pabriknya hancur menggunakan persediaan bahan baku darurat. Para ilmuwan di Pasteur Institute yang selamat bekerja dari rumah untuk melanjutkan penelitian vaksin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun semua itu hanya secercah cahaya di tengah gelapnya perang. Satu fakta tak terbantahkan: ketika rumah sakit dan pabrik obat menjadi sasaran perang, maka yang paling menderita adalah mereka yang paling tidak bersalah\u2014pasien, anak-anak, lansia, dan mereka yang terlalu lemah untuk melarikan diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia mungkin akan mengingat tahun 2026 sebagai titik balik dalam sejarah hukum perang. Atau, seperti yang dikhawatirkan banyak pihak, sebagai awal dari era baru di mana tidak ada lagi tempat yang aman\u2014bahkan di ruang operasi sekalipun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sumber: WHO, Kementerian Luar Negeri Iran, Human Rights Watch, Dokter Tanpa Batas (MSF), laporan foto dari otoritas Iran<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WHO Catat Lebih dari 20 Serangan terhadap Fasilitas Kesehatan Teheran \u2014 Dunia kembali dikejutkan oleh eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah. Sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":696,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-695","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-filantropi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=695"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/695\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":697,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/695\/revisions\/697"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uniqu.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}