Publik Dilibatkan Pilih Desain Baru
London — Bank of England resmi mengumumkan rencana perubahan besar pada desain uang kertasnya. Pada seri mendatang, gambar tokoh sejarah yang selama lebih dari 50 tahun menghiasi pecahan £5, £10, £20, dan £50 akan digantikan oleh satwa liar asli Inggris. Sementara itu, potret King Charles III tetap dipertahankan di bagian depan uang.
Keputusan ini diambil setelah proses konsultasi publik yang melibatkan sekitar 44.000 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa tema alam dan satwa liar menjadi pilihan paling populer, dengan sekitar 60 persen responden mendukungnya. Tema tersebut mengungguli opsi lain seperti arsitektur, tokoh sejarah, seni dan budaya, hingga inovasi.
Pihak Bank of England menjelaskan bahwa penggunaan gambar satwa liar tidak hanya bertujuan merayakan kekayaan alam Inggris, tetapi juga memiliki keunggulan dari sisi teknis. Pola alami dinilai lebih efektif untuk diintegrasikan dengan fitur keamanan modern, sehingga uang kertas menjadi lebih mudah dikenali sekaligus lebih sulit dipalsukan.
“Faktor utama dalam setiap desain uang kertas baru adalah meningkatkan ketahanan terhadap pemalsuan. Namun, ini juga menjadi kesempatan untuk menampilkan aspek lain dari identitas Inggris,” ujar Chief Cashier Bank of England, Victoria Cleland.
Perubahan ini sekaligus menandai berakhirnya tradisi panjang yang dimulai sejak dekade 1970-an, ketika tokoh seperti Winston Churchill, Jane Austen, hingga Alan Turing tampil di sisi belakang uang kertas sebagai representasi sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan Inggris.
Meski banyak pihak menyambut positif langkah ini sebagai bentuk apresiasi terhadap biodiversitas, sebagian kalangan juga menyampaikan kekhawatiran. Mereka menilai penghapusan figur sejarah berpotensi mengurangi ruang pengenalan publik terhadap tokoh-tokoh penting yang telah membentuk identitas bangsa.
Untuk menyeimbangkan berbagai pandangan tersebut, Bank of England akan kembali membuka konsultasi publik pada tahap berikutnya. Masyarakat akan diminta memberikan masukan terkait jenis satwa liar yang akan dipilih dari daftar pendek yang disusun oleh panel ahli.
Panel tersebut terdiri dari sejumlah pakar, termasuk pembuat film satwa liar, akademisi, dan perwakilan organisasi konservasi. Mereka akan menyeleksi kandidat hewan dan burung khas Inggris yang dinilai paling representatif untuk ditampilkan di uang kertas.
“Satwa liar Inggris bukan terpisah dari budaya kita. Ia hadir dalam simbol olahraga, cerita rakyat, hingga kehidupan sehari-hari,” ujar salah satu anggota panel.
Selain gambar hewan, desain baru juga diperkirakan akan memasukkan elemen alam lain seperti tumbuhan dan lanskap untuk melengkapi tampilan visual uang kertas.
Bank of England memperkirakan proses desain hingga produksi akan memakan waktu beberapa tahun sebelum uang kertas baru resmi beredar. Langkah ini juga sejalan dengan tren global, di mana sejumlah negara mulai mengadopsi desain uang yang menonjolkan alam dan identitas lingkungan.
Di tengah meningkatnya penggunaan pembayaran digital di Inggris, perubahan ini menunjukkan bahwa uang fisik tetap memiliki peran simbolis penting sebagai representasi identitas nasional, sekaligus medium komunikasi nilai-nilai yang ingin diangkat oleh suatu negara.








